Sepasang suami istri sedang berlibur di suatu pantai. Pada suatu malam, karena ada acara keluar untuk makan malam, mereka meninggalkan anak perempuan mereka yang berusia 8 tahun dengan pengasuh bayi mereka di hotel.
Pengasuh bayi itu ingin menonton sinetron kesukaannya di TV. Maka, ia mencari akal untuk mengelabui anak perempuan itu. Ia memukul-mukul tembok dari balik kamar hotel, lalu berkata kepada anak itu, “Ssst..dengar, itu suara monster! Monster itu akan memakan kamu kalau kamu turun dari atas tempat tidur ini. Jadi, kamu tidak boleh turun dari tempat tidur !
Mulai sang pengasuh bayi itu menikmati tayangan sinetron kesukaannya, sementara sang anak selangkahpun tidak berani beranjak dari tempat tidurnya.
Sejak saat itu anak itu menjadi takut sekali untuk turun dari tempat tidur pada malam hari, walaupun ingin pergi ke kamar kecil.
Walaupun ayahnya meyakinkan dia bahwa di rumah mereka tidak ada monster, namun sia-sia saja karena sang anak tetap saja takut. Anak itu percaya bahwa setiap malam ia akan melihat monster kalau kakinya turun dari tempat tidur.
Dengan berbagai cara sang ayah pun terus meyakinkan anaknya bahwa hal itu hanyalah imajinasi si anak. Tetapi , tetap saja perasaan takut itu tidak sirna.
Akhirnya sang ayah menemukan suatu cara. Kepada anaknya ia mengatakan, “ Kalau kamu turun dari tempat tidur dan melihat monster, tunjuk saja monster itu dengan jari telunjuk, kemudian goyang-goyangkan jarimu, maka monster itu akan mengecil dan mengecil terus sampai dapat kamu tangkap dengan tangan, lalu hancurkan monster yang ada dalam genggamanmu tanganmu itu”.
Anak itu pun mulai mencoba menghancurkan imajinasi monster itu dengan cara yang diberikan oleh ayahnya. Ternyata cara tersebut berhasil menghancurkan monster imajinasi tersebut. Sejak saat itu si anak berani turun dari tempat tidurnya kalau ia mau ke kamar kecil pada malam hari.
Kita pun kadang-kadang termakan oleh perasaan takut kita sendiri. Bentuk perasaan takut tersebut berbeda-beda tergantung pikiran dan imajinasi kita masing-masing. Kita takut melakukan suatu tindakan dikarenakan oleh “monster” yang telah kita ciptakan dalam imajinasi pikiran kita sendiri. Saking hebatnya perasaan takut tersebut, “monster” ini bahkan sampai melumpuhkan kita untuk melakukan kegiatan yang semestinya kita lakukan, dengan kata lain menghambat kita dalam melakukan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawab kita.
Syukurlah kita semua dikaruniakan suatu kekuatan untuk mengubah. Seperti halnya anak kecil dalam cerita diatas, dengan mengubah imajinasi kita tentang “monster” itu, maka perasaan takut pun akan segera dapat kita kendalikan atau kita atasi.
Kekuatan untuk Mengubah
Posted by Frans3z
16:43, under Motivation Stories | No comments
0 comments:
Post a Comment
Thanks for your comments...!!!