Tanggal 23 Februari 250 adalah peringatan kematian Polikarpus ( meninggal tahun 150 ) dan dimana seorang pemimpin gereja bernama Pionius ditahan bersama beberapa orang Kristen lainnya. Mengetahui pejabat-pejabat Roma sedang mencari mereka, Pionius mengambil tiga rantai dan mengalungkannya dilehernya dan di leher temannya, Sabina dan Asclepiades.
Saat Pionius menyelesaikan komuni mereka, seorang penjaga kuil bernama Polemon menegur, “Pasti kamu sudah tahu maklumat kaisar yang memerintahkan kita untuk mempersembahkan korban bagi dewa-dewa.”
“Kami sudah tahu,” kata Pionius, “Perintah Allah memerintahkan kami untuk hanya menyembah Dia seorang.”
Polemon menggiring ketiga orang itu (mereka dianggap penjahat) melalui kota menuju mimbar kota dimana Polemon berharap mengubah keputusan mereka. Mengetahui rantai-rantai ganjil yang Pionius dan teman-temannya kenakan, segerombolan orang berkumpul di sekitar mereka dan sekali lagi Polemon coba membujuk Pionius untuk mempersembahkan korban bagi dewa-dewa. Tetapi dia tetap menolak, bahkan ketika sejumlah orang dari gerombolan melangkah maju untuk berdebat dengan dia dan meyakinkan mereka untuk mengubah pendirian mereka, tetapi tidak berhasil. Pionius berkata kepada Polemon dan orang-orang: “Kamu telah diperintahkan untuk menghukum dan membujuk kami. Tapi kamu tidak sedang membujuk kami. Jadi jatuhkan penghukuman.”
Polemon sekali lagi meminta,”Persembahkan korban Pionius.”
“Saya Kristen,”jawab Pionius. “Persembahkan korban paling tidak bagi kaisar,” debat Polemon. “Saya Kristen,” kata Pionius. “Saya tidak mempersembahkan korban bagi manusia.”
Orang-orang banyak mengikuti Pionius dan teman-temannya ketika mereka digiring menuju penjara dimana sekali lagi Polemon mencoba meyakinkan mereka untuk mempersembahkan korban bagi dewa-dewa, dengan mengatakan bahwa pemimpin gereja lainnya telah mengubah pendiriannya dan memilih mempersembahkan korban. Tetapi Pionius tetap menolak.
12 Maret, Pionius dibawa ke hadapan gubernur Asia bernama Quintillian, yang telah tiba di Smyrna. Pionius diangkat, menggantung di udara dan disiksa selama interogasi. Gubernur membantahnya, “Banyak orang lain yang telah mempersembahkan korban dan sekarang mereka hidup dan berjiwa sehat.”
“Saya tidak akan mempersembahkan korban,”jawab Pionius. Quintillian memaksa, “Dengan penyiksaan ini akan mencerminkan dirimu yang sebenarnya dan akan mengubah pendirianmu.”
“Tidak,” jawab Pionius dengan keras.
“Kenapa kamu terburu-buru menuju kematian?” tanya Quintillian.
“Saya tidak tergesa-gesa menuju kematian tapi kehidupan,” teriak Pionius.
Mengetahui tidak ada cara lain bagi Quintillian meyakinkan Pionius, dia berkata, “ Melihatmu ingin sekali mati, maka kamu akan dibakar hidup-hidup.”
Pionius merentangkan tubuhnya di atas balok kayu lalu membiarkan algojo memakunya. Ketika algojo telah selesai memaku, Quintillian berkata kepada Pionius, “Ubah pendirianmu, dan paku-paku tersebut akan dicabut.”
Tetapi dia menjawab, “Paku-paku tersebut sudah masuk untuk tinggal.”
Segera setelah itu tubuhnya diliputi kobaran api, rohnya hidup dengan Yesus di dalam kekekalan.
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya (Matius 10:34)
Source : KALOS GBI Taman Firdaus Ministry edisi 07/10, 14 February 2010
Pionius
Posted by Frans3z
15:16, under | No comments
0 comments:
Post a Comment
Thanks for your comments...!!!